Wisatawan Gunakan Jalur Udara ke Surabaya

Sumenep–  Upaya pemerintah daerah kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur untuk menjadikan Bandara Trunojoyo sebagai komersil, nampak mulai membuahkan hasil. Terbukti pada Kamis (10/3/2016) sebanyak 5 wisatawan yang baru mengunjungi pulau Gili Labak menggunakan pesawat perintis Airfast Indonesia.

“Ya tadi ada 5 wisatawan dari Jakarta naik pesawat perintis Airfast Indonesia melalui Bandara Trunojoyo menuju Juanda Surabaya, dan pak wabup juga hadir untuk melihat langsung penerbangan di Bandara Trunojuoyo,” kata kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Sumenep, Moh. Fadillah, ke newsmadura.com, Kamis (10/3/2016).

Ia menerangkan, saat ini pihaknya mulai melakukan pengembangan di bandara trunojoyo diantaranya dengan menambah runway sepanjang 1600 meter. Hal itu dilakukan agar Bandara Trunojoyo Sumenep memang benar-benar menjadi komersil dan tidak hanya dilayani penerbangan perintis.

Namun demikian, untuk terus memacu penerbangan perintis ini, Dinas Perhubungan bersama Disbudparpora akan terus melakukan pengembangan di sejumlah lokasi wisata. Sehingga banyak wisatawan dari luar kota sumenep maupun mancanegar terus berdatangan dan secara otomatis dapat menaikkan jumlah penumpang kapal Perintis di Bandara Trunojoyo Sumenep.

“Kami (Dinas Perhubungan-red) akan terus meningkatkan sarana transportasi baik darat maupun laut ke sejumlah lokasi wisata, hal itu dilakukan untuk membuat nyaman dan aman bagi para wisatawan yang berkunjung ke lokasi wisata di Sumenep,” ucapnya.

Lanjut Mantan Kepala BPBD kabupaten Sumenep ini, untuk hari ini, Kamis (10/3/2016) jumlah penumpang pesawat perintis Airfast Indonesia meningkat dari sebelumnya, yakni dari 15 kursi yang disediakan terisi 11 kursi. Hal ini terjadi karena berkat adanya surat edaran dari Bupati Sumenep untuk mendukung penerbangan perintis terhadap seluruh SKPD.

“Syukur alhamdulillah hampir terisi penuh penumpang pesawat Airfast Indonesia pada hari ini, yakni ada 11 kursi yang terisi dari 15 kursi. Yakni 5 kursi diisi oleh wisatawan dari jakarat, dan 6 kursi SKPD yang kebetulan ada tugas ke Surabaya,” imbuhnya.

Ia berharap untuk kedepannnya penerbangan perintis Airfast Indonesia bisa berjalan dengan maksimal dan semua kursi yang disediakan berisi penuh. Sehingga keberadaan pesawat perintis bantuan dari pemerintah pusat ini bisa benar-benar bermanfaat dan meningkatkan PAD Kabupaten Sumenep.

“Kami akan terus melakukan upaya agar jumlah kursi pesawat Airfast Indonesia penuh 100 persen atau minimal 90 persen terisi penumpang, sehingga Pemkab Sumenep terus mendapatkan bantuan pesawat perintis ini,” harapnya. (newsmadura)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *