Satu Bulan untuk Selamanya

Bupati Sumenep, A Busyro Karim saat menggunting pita dalam peresmian RuAs Pemuda. Penggagas RuAs Pemuda, Achmad Fauzi bersama Sekda dan Dandim ikut mendampingi.

Bupati Sumenep, A Busyro Karim saat menggunting pita dalam peresmian RuAs Pemuda. Penggagas RuAs Pemuda, Achmad Fauzi bersama Sekda dan Dandim ikut mendampingi.

Kurang lebih satu bulan yang lalu saya mendapat pesan untuk ikut bergabung mengelolah rumah baca. Tanpa bertanya banyak hal saya langsung mengiyakan ajan tersebut, karena memang saya tidak punya banyak kesibukan pasca menyelesaikan beberapa urusan di Jogjakarta, terlebih saya sudah jatuh cinta pada dunia literasi. “Pukul 14.00 WIB kumpul di Biro Koran Madura (kantor tempat Mas Syamsuni bekerja) yah fai, kita rapat, karena sudah harus ada program yang disusun” isi pesan dari Mas Syamsuni, seseorang yang baru kenal beberapa bulan lalu. Iya, dipertemukan dalam hobi yang sama, menulis.

 

Akhirnya, sosok mungil itulah yang kemudian menjabat sebagai Komisaris dalam struktur rumah baca tersebut. Sebenarnmya bukan hanya rumah baca, tetapi ada berbagai macam program di dalamnya, seperti pelatihan-pelatihan untuk para pemuda di Sumenep.

Sepuluh Penggerak RuAs Pemuda saat berpoto bersama dengan Bupati, Wakil Bupati, Sekda dan Dandim usai Launching.

Sepuluh Penggerak RuAs Pemuda saat berpoto bersama dengan Bupati, Wakil Bupati, Sekda dan Dandim usai Launching.

 

Setelah berdebat cukup panjang, mengubah berbagai program yang disusun, serta nama yang tepat untuk wadah ini. Selanjutnya beberapa program telah disusun, dan diserahkan pada owner rumah baca ini, dan ternyata owner rumah baca ini adalah bapak wabub yang baru saja terpilih, yaitu Achmad Fauzi.

Penggagas atau Owner RuAs Pemuda, Achmad Fauzi saat Bincang Kepemudaan saat Launching RuAs Pemuda Jumat (1/4) Malam.

Penggagas atau Owner RuAs Pemuda, Achmad Fauzi saat Bincang Kepemudaan saat Launching RuAs Pemuda Jumat (1/4) Malam.

 

Malamnya kawan-kawan menghadap beliau, dan menyerahkan beberapa program yang telah disusun. Setelah seleksi ini dan itu, disepakatilah rumah baca ini  dengan nama Rumah Aspirasi Pemuda. Di dalamnya akan ada rumah baca, serta program pelatihan, dan tentunya tempat untuk berdiskusi entah bersama komuinitas atau siapa saja yang ingin belajar bersama.

 

Rumah Aspirasi Pemuda ini, berkonsentrasi untuk mengembangkan kompetensi  para pemuda di Sumenep khususnya. Baik akademis dan non akademis. Di dalam rumah ini, akan ada pelatihan bahasa Inggris, desain grafis, komputer, jurnalistik meliputi penulisan, fotografi dan puplic speaking tentunya. Selain program rutin tersebut, rumah Aspirasi Ini terbuka untuk siapa saja yang akan bekerja sama untuk meningkatkan kreativitas para pemuda tentunya. Bila ada yang bertanya mengapa harus pemuda, karena para pemudalah yang akan melanjutkan tongkat estafet pemerintahan berikutnya.

 

Komisaris RuAs Pemuda saat presentasi Program dan Kegiatan RuAs saat launching. Ditemani oleh Direktur RuAs, Ahmad Zainullah.

Komisaris RuAs Pemuda saat presentasi Program dan Kegiatan RuAs saat launching. Ditemani oleh Direktur RuAs, Ahmad Zainullah.

Dalam Rumah Aspirasi Pemuda ini, digerakkan oleh sepuluh pemuda dengan berbagai macam latar belakang serta kelebihan yang beragam. Karena dengan keberagaman, kita akan belajar bagaimana menundukkan ego masing-masing,  sampai pada titik paling rendah, demi menjadi satu, dan tentunya mencapai target untuk menjadikan Sumenep lebih baik lagi. Dan sepuluh pemuda ini, bergerak cepat untuk segera membuka pintu rumah ini bagi para pemuda di Sumenep. Iya, perjalanan yang melelahkan, tetapi memberikan pengalaman hidup yang berarti. Di rumah ini, saya merasa semakin hidup. Mas Zen, sang Dirut dengan Sekjend Mas Feri yang tak hentinya memberikan semangat, ditambah dengan si Kocak Dir. Budparga Rovi dan Dir. Public Relation Madani, RuAs Pemuda tanpa ada kata sepi. Belum lagi teman lamaku Didik F yang selalu jail. Dan tak lupa, Sang Dirkeu dan Sang Dir. Pemb. Perempuan, Suci. Kalian adalah partner yang luar biasa.  

 

Menyiapkan berbagai macam hal, mempercantik rumah ini senyaman mungkin, sehingga bagi siapa yang masuk ke dalamnya akan merasa nyama. Ini adalah rumah milik semua, yang dibangun untuk para pemuda di Sumenep, rasa saling memiliki tersebut akan menjadikan siapa saja yang berkunjung juga akan ikut menjaganya. Tentulah itu yang ada di dalam benak kami semua. Dan semoga dapat tercapai, rumah ini akan menjadi rumah yang nyaman.

 

Sebagai rumah para pemuda yang ingin semakin kreatif, dan memiliki tujuan yang sama tentunya, yaitu menjadikan Sumenep lebih baik lagi. Untuk semua lapisan.

Tim penggerak RuAs Pemuda saat berpose bersama untuk kerjasama kegiatan dalam rekrutmen Agen PT Pos Indonesia di desa-desa.

Tim penggerak RuAs Pemuda saat berpose bersama untuk kerjasama kegiatan dalam rekrutmen Agen PT Pos Indonesia di desa-desa.

Tepatnya tanggal 1 April 2016, menjadi pilihan tanggal sakral setelah mempertimbangakan berbagai macam hal, dan setelah rumah ini cantik tentunya, walau masih banyak kekurangan di banyak sisi. Pintu rumah ini dibuka untuk umum. Pemotongan pita dilakukan oleh Bapak Bupati Sumenep, Dr. KH A Busyro Karim, M. Si dan dibalut dengan Bincang Kepemuduaan oleh Wakil Bupati Sumenep, Achmad Fauzi. Bincang santai yang On Air bersama RRI untuk untuk menjelaskan tentang substansi RuAs Pemuda kepada khalayak.

Selamat datang di Rumah Aspirasi Pemuda, ini adalah rumah milik bersama, mari rawat bersama, dan jadikan rumah ini menjadi tempat para pemuda mendapatkan ide-ide cemerlang untuk menjadikan Sumenep lebih baik lagi.

 

Ini adalah AWAL bagi para sepuluh penggerak RuAs Pemuda, semoga ke depannya, harapan-harapan yang kami jadikan pondasi didirikannaya rumah ini, menjadi lebih kuat, dengan semakin banyaknya penggerak yang menjadi pondasinya, kemudian mendirikan bangunan yang lebih kokoh lagi, bersama.

 

Salam Aspirasi. FA




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *