Ajak Duduk Bareng, Inilah Permintaan Pemuda kepada Wabup

Memasuki hari ke-23 pada Bulan Ramadan, Wakil Bupati Sumenep, Achmad Fauzi mengajak semua elemen organisasi kepemudaan di Kota Sumekar untuk duduk bareng membicarakan tentang program pemerintah.

IPNU misalnya menyoroti tentang anggaran kepemudaan dari pemerintah. “Suatu saat nanti kami berharap semua OKP duduk bareng dengan Wabup untuk membahas tentang anggaran program kepemudaan,” ucapnya.

Sementara PMII lebih menyoroti tentang kebijakan pemerintah terkait agraria. Menurut PMII, selama ini pemerintah terkesan setengah hati dalam menindak investor yang memborong tanah rakyat. “Semoga jihad agraria kami di dengar oleh pemerintah. Ini harapan kami kepada Wabup,” katanya.

HMI berbeda. Organisasi dengan bendera hijau itu lebih pada persoalan wirausaha muda. HMI mengaku apresiatif dengan gerakan mencetak ‘wirausaha muda’. Sebab katanya, jika benar-benar diseriusi maka akan mampu menekan angka pengangguran. “Harapan kami, program itu tak hanya sekadar bungkus, tetapi benar-benar direalisasikan sesuai dengan kereteria yang ditetapkan,” pungkasnya.

IMM Sumenep pun menyampaikan hal yang berbeda. Mereka lebih fokus pada ranah pendidikan “kami mempunyai anak binaan yang mungkin sesuai dengan program pemerintah,” ceritanya. Selepas itu, mereka menambah dengan pertanyaan “Mengapa membangun desa menata kota masih terlaksana maksimal?” tanyanya. Mereka juga mengaku siap mendukung program-program yang akan dijalankan pemerintah.

Kini giliran KNPI Sumenep yang berkomentar, mereka menaruh harap agar pembangunan di Sumenep tidak ada ketimpangan antara daratan dan kepulauan, khususnya dalam hal infrastruktur. Tidak hanya itu, harapan yang lain adalah supaya organisasi kepemudaan lebih dimassifkan, dan pendapat dari pemuda bisa didengarkan agar program lebih tepat sasaran. “Kami lihat, program kepemudaan dari pemerintah hanya sekedar terlaksana, tapi tidak bidikannya tidak terarah,” jelasnya menutup pembicaraan.

Terakhir adalah dari PC. Ansor, organisasi yang dipenuhi oleh kaum muda Nahdatul Ulama ini menyampaikan poin-poin penting terkait dengan pariwisata Sumenep. “Kami sangat bangga dengan program visit sumenep 2018,” bagi mereka, Sumenep mempunyai potensi wisata yang sangat banyak dan luar biasa, tapi belum bisa menjadi tempat yang layak. “Sumenep ibarat wanita cantik yang kosmitiknya belum maksimal” tuturnya.

Poin kedua sama seperti OKP yang lain, agar pemerintah betul-betul melibatkan pemuda. “Pemuda hari ini, pemimpin masa depan. Maka, keterlibatan pemuda dalam visit Sumenep 2018 sangat diperlukan” lebih dari itu, mereka juga meminta pada pemerintah untuk dapat bersinergi memberantas narkoba, hal itu merupakan permintaan khusus karena saat ini GP. Ansor memiliki BAANAR.

Diakhir acara, Wabup berjanji akan mengajak duduk bareng kembali dengan perwakilan OKP guna menindaklanjuti aspirasi pemuda yang disampaikan di forum tersebut. “Nanti bisa melalui Rumah Aspirasi pemuda (RuAs) untuk membahas persoalan ini” tuturnya. (RM)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *