Gus Mus Sarankan Tak Berhenti Belajar

Batang-batang, sahabatachmadfauzi.com– Dalam rangka Malam Puncak Haflatul Imtihan dan Temu Alumni Yayadan Miftahul Ulum Batang-batang pada Selasa,10 Juli 2017 K.H. Musthafa Bisri dihadirkan untuk mengisi tausiyah pada acara tersebut.

Kedatangan kiai yang sekaligus budayawan Indonesia tersebut disambut hangat oleh K.D. Zawawi Imron yang juga budayawan dan ketua yayasan Miftahul Ulum tersebut. “”Gus Mus ini guruku, guru kita semua” seru kata D. Zawawi Imron.

Haflah yang bertajuk Padhang Bulan tersebut dipadati oleh massa. Mereka  hadir dari luar daerah, “bahkan ada yang dari Pamekasan” tutur Faizi salah satu pengunjung dari Parenduan.

Saat memberi tausyiah Gus Mus menyampaikan kepada hadirin agar selalu belajar sampai kapanpun , tidak ada batas umur dan waktu. Tidak ada kata terlambat dalam belajar. “Orang pandai adalah orang yang tak pernah berhenti belajar” Dawuhnya dari atas panggung.

Gus Mus juga menyinggung bahwa Al-Qur’an tidak selesai pada terjemahan saja. Sementara saat ini banyak orang yang menerjemahkan Al-Qur’an secara harfiah. Padahal kata Gus Mus “Bahasa Indonesia tidak cukup untuk menerjemahkan Al-Qur’an”.

Tidak lupa Gus Mus menyinggung tentang nahi mungkar yang sering diteriakan oleh orang-orang. Nahi mungkar ala Rasulullah adalah kelembutan, bukan yang berkoar-koar dan mengancam apalagi menindas dan mengafirkan.

“Rasulullah nahi mungkar karena beliau tidak tahan melihat umatnya disiksa (tersiksa). Amar makruf nahi mungkar merupakan  manifestasi dari kasih sayang, bukan kebencian” dawuh kiai yang sekaligus budayawan tersebut.

Gus Mus memang dikenal sebagai tokoh NU yang pemikiran-pemikirannya luwes, moderat. (Ra) (ansormedia.com)


TAG


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *