Bangkitkan Wirausaha Muda dan “Memulas” Wisata

Selain itu, pengalamannya di dunia usaha membuatnya tidak suka mengumbar janji dan teori. Sukanya bekerja dan bekerja. Dalam 9 program yang diperjuangan selama lima tahun ke depan bersama Bupati juga membuahkan hasil yang cukup memuaskan. Walaupun sempat tersendat, tetapi adanya program mencetak 5000 wirausaha muda cukup menggembirakan kepada para pemuda.

“Sebab sebelum saya terpilih, pengangguran terbuka cukup tinggi, sementara MEA telah dibuka. Sehingga perlu rangsangan untuk menumpuhkan jiwa wirausaha kepada pemuda,” ucapnya di sela-sela kesibukannya turun ke bawah.

Hal yang tak kalah penting adalah menghidupkan wisata. Tak dapat dibantah, sejak Giliyang dan Gili Labak mempesona dunia, pemerintah dengan cepat meresponnya. Sebab dalam analisa Wabup Fauzi, berkah alam wisata ini, Sumenep akan hidup dan dinamis. Ekonomi akan bangkit. Akhirnya, mencoba berkomunikasi dan meyakinkan Bupati bahwa destinasi wisata yang dimiliki oleh Sumenep akan memberikan keberkahan untuk masa depan Sumenep.

“Bupati mendukung dan langsung mengadakan rapat bersama untuk menggarap wisata. Tetapi yang diminta Bupati saat itu berdesain wisata sehat atau wisata berbasis warga. Artinya bebas dari hal-hal yang memabukkan, narkoba dan tak boleh mencerabut budaya dari akarnya,” paparnya.

Pelan tapi pasti, pemerintah melalui Disparbudpora memasang kuda-kuda. Persiapan demi persiapan dilakukan, termasuk membuat master plan wisata khas pulau agamis. Termasuk, membuat program Visit Sumenep 2018, Live Music Inbox SCTV bertandang ke Sumenep hingga beberapa event wisata digelar. Kini, kata Fauzi pembangunan wisata terus dibenahi. Kelompok kerja wisata (Pokjawis) dibentuk untuk ‘menggiatkan’ Visit. Walaupun anggaran 7,5 miliar jauh dari kata cukup, pemerintah mencoba membuka investasi. Sebab membangun wisata membutuhkan sentuhan dana yang cukup banyak.

Sementara khusus wisata sehat, pemerintah kata Wabup Fauzi akan menggandeng para tokoh agama, kiai/ulama hingga ormas. Termasuk Disparbudpora bersama beberapa pihak untuk belajar ke Lombok. “Sebab di Lombok itu wisata sehat. Sehingga, industri wisata kita jauh dari kata memabukkan dan menabrak tradisi dan budaya yang dijunjung tinggi di Sumenep. Mari kita dukung dan sukseskan Visit 2018,” ajaknya.

(bersambung)
Tim Achmad Fauzi Center (AFCe)



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *