Menjaga Sakralitas Maulid, Tak sekadar Dengan Seremonial

Maulid merupakan bulan mulia. Di dalamnya terdapat bundelan sejarah manusia panutan; keteladanan hidup Muhammad Saw., harus direfleksikan kembali. Sehingga tidak heran bila semua kalangan umat muslim selalu merayakan dengan beragama cara dan kemasan. Sebagian melaksanakan dengan sederhana, sekedar membaca selawat. Ada pula yang memperingati dengan seremonial besar, dengan cara diisi dengan ceramah-ceramah seputar keagungan beliau dan lain-lain.

Prihal peringatan Maulid, yang terpenting nilai-nilai yang terkandung seyogiyanya diungkap, walau hanya sekedar diceritakan. Karena orentasi peringatan maulid tersebut, sejatinya merupakan bentuk cara untuk semakni menumbuhkan kasih dan sayang kita kepada Nabi Muhammad Saw., dengan harapan syafaatnya bisa berpihak.

Dengan demikian, peringatan Maulid bukan soal materi, melainkan substansi yang harus ditonjolkan. Ruh peringatan maulid tidak terpaku pada anika ragam kemasan meriah, akan tetapi menuntut keikhlasan diri, dan menjauhi sesuatu yang sama sekali tidak ada kaitannya dengan maulid. Ruh maulid harus benar-benar diperhatikan, sebab kita ingin disenangi manusia suci bernama Muhammad Saw.

Oleh sebab itu, peringatan Mualid bukan hanya sekadar gengsi, dan menampakkan diri pada kahalayak sebagai orang mampu secara materi. Bukan pula hanya untuk meraih pujian bersifat manusiawi. Peringatan maulid dimaksudkan guna mendekatkan diri pada sang Nabi; manusia suci, berhati suci. Dan kita sebagai umatnya mendapat syafaat kelak.




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *